Kembali ke Katalog
MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN PLURALISME
Tersedia

MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN PLURALISME

Penulis: Mizanul Akrom
Penerbit: CV. Literasi Nusantara Abadi
Tahun: 2024
Halaman: 138
ISBN: 978-623-114-494-2
Agama
0.0 (0 ulasan)
Harga Buku Fisik
Rp 68.000
Tersedia
1 dilihat
0 terjual
Ditambahkan: 3 weeks ago

Deskripsi

Dewasa ini, agama menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi, informasi, dan digitalisasi yang berlangsung secara pesat. Perkembangan tersebut memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, terutama dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mengakses pengetahuan. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, seperti penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, disinformasi, serta berbagai konten yang berpotensi memengaruhi nilai-nilai moral dan kehidupan sosial masyarakat. Kondisi tersebut menuntut agama dan para pemeluknya untuk merespons perubahan secara bijaksana tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental yang menjadi landasannya. Dalam konteks masyarakat modern yang semakin kompleks, agama-agama besar dunia, seperti Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan agama lainnya, menghadapi tantangan yang berkaitan dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat. Tantangan tersebut mendorong perlunya penguatan pemahaman keagamaan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mampu memberikan perspektif dan nilai yang relevan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, agama dapat terus memainkan peran penting dalam membangun kehidupan manusia yang berlandaskan nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Di tengah kemajemukan agama dan keyakinan, keberagamaan manusia dapat dipahami melalui dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu agama sebagai institusi dan keimanan sebagai substansi. Keduanya perlu ditempatkan secara seimbang agar kehidupan beragama tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kelembagaan dan praktik formal, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, serta nilai-nilai yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pluralitas keyakinan, keimanan juga perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai keberadaan pemeluk agama lain. Hal ini tidak berarti mengaburkan keyakinan yang dianut seseorang, melainkan membangun kesadaran bahwa kehidupan sosial berlangsung dalam lingkungan yang beragam. Dengan sikap tersebut, setiap individu dapat menjalankan keyakinannya secara teguh sekaligus menghormati hak dan keberadaan orang lain yang memiliki keyakinan berbeda. Dengan demikian, tantangan perkembangan teknologi dan pluralitas kehidupan masyarakat menuntut hadirnya keberagamaan yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu membangun sikap terbuka, toleran, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.