Menguasai Ilmu Ushul Fiqh Terjemah Al-Bayan
Deskripsi
Dalam menerjemahkan kitab ini, penulis menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan tekstualis (mengikuti teks) dan pendekatan kontekstualis (tafsiriyah). Pendekatan tekstualis dalam penerjemahan cenderung mengikuti uslub atau gaya bahasa Arab secara langsung. Hal tersebut dapat menyebabkan hasil terjemahan terasa kaku, asing, dan tidak lazim dalam konteks bahasa Indonesia sehingga berpotensi menyulitkan pembaca dalam memahami isi kitab. Sementara itu, pendekatan kontekstualis (tafsiriyah) dalam penerjemahan memungkinkan hasil terjemahan menjadi lebih mudah dipahami karena mempertimbangkan konteks dan maksud teks. Namun, pendekatan ini juga memiliki risiko terjadinya penyimpangan dari teks bahasa Arab, terutama apabila pemahaman penerjemah terlalu dominan sehingga melampaui porsi makna yang terkandung dan dimaksudkan dalam teks. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bias dalam pemaknaan.