MENGUAK PERBEDAAN NASIB SYAIKH ABDUL QADIR AL-JILANI DENGAN HUSEIN AL-HALLAJ DAN SYEKH SITI JENAR
Deskripsi
Sejatinya, mempelajari ilmu-ilmu Allah tidak lain dan tidak bukan adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ilmu yang diperoleh kemudian menjadi manifestasi dalam menyempurnakan ibadah seorang hamba sebagai bentuk pengabdian dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ibadah dan peningkatan spiritualitas. Misalnya, shalat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, zakat sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia, haji sebagai upaya untuk meraih rida-Nya, serta puasa sebagai bentuk pengendalian diri dari hawa nafsu yang tercela. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak hanya menjadi pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kehidupan melalui peningkatan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Swt.