Liberalisme, Inklusivisme dan Era Transkultural : Konsepsi, Aksi, dan Interpretasi
Deskripsi
Sejarah pernah mencatat bahwa banyak karya tulis yang beredar mengulas tentang tokoh cendekiawan Islam tradisional sebagai tokoh liberal. Padahal, hakikat dari liberalisme tidak seperti apa yang mereka tulis, bahkan jauh dari prinsip dasar maupun indikator yang ada. Liberalisme berbeda dengan inklusivisme walaupun banyak memiliki persamaan, namun makna dasarnya berbeda. Tetapi, karena adanya persamaan, seringkali disimpulkan dengan makna yang sama. Akibatnya, sesama ideologi berseteru dan saling menyalahkan, padahal cara berpikirnya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, perlu sekali karya ilmiah yang memuat nilai positif dari cara berpikir atas yang dituduhkan dengan tema tersebut. Tujuannya untuk meluruskan pandangan negatif, minimal pesan positif pemikir inklusif tersampaikan.