Interaksionisme Simbolik Transendental menuju ke Basis Teori Integralistik
Deskripsi
Buku ini pada dasarnya merupakan pengembangan dari naskah lama yang penulis rekonstruksi dengan menggunakan perspektif integrasi, yaitu perspektif yang memosisikan berbagai teori dalam satu kesatuan paradigmatik. Oleh sebab itu, penulis melakukan revisi berdasarkan dua alasan utama. Pertama, konstruksi teori interaksionisme simbolik selama ini lebih banyak menekankan pemaknaan simbol dalam interaksi sosial yang cenderung terlepas dari nilai-nilai teologis. Penekanan tersebut kemudian diupayakan untuk diperkaya dengan nuansa spiritualitas yang bersumber dari kesadaran ketuhanan dalam diri aktor. Kedua, naskah sebelumnya masih banyak menggunakan istilah-istilah asing, terutama dalam kalimat-kalimat operasional yang diadaptasi dari referensi primer, sehingga relatif sulit dipahami oleh pembaca pemula. Berdasarkan kedua alasan tersebut, penulis berupaya menyajikan sekaligus menawarkan suatu konseptualisasi rekonstruksi teori interaksionisme simbolik, yang dalam buku ini dikembangkan menjadi konsep **interaksionisme simbolik transendental**. Buku ini tetap mengacu pada naskah lama, tetapi dilengkapi dengan beberapa bab tambahan agar penyajian konsep yang ditawarkan menjadi lebih komprehensif dan sistematis. Secara keseluruhan, buku ini terdiri atas sepuluh bab yang masing-masing memiliki keterkaitan dan kesinambungan berdasarkan kronologi perkembangan wacana. Bab pertama mendeskripsikan secara umum diskursus yang menjadi dasar pembahasan buku, terutama berkaitan dengan argumentasi dan latar belakang penulisannya. Bab kedua membahas latar diskursus yang memiliki hubungan dengan landasan teori dan filsafat interaksionisme simbolik. Pada bab ini juga dibahas berbagai varian dalam interaksionisme simbolik, termasuk teori-teori yang berkembang di dalamnya serta urgensi penggunaan perspektif tersebut. Selain itu, penulis berupaya menguraikan dan memetakan akar problematika yang muncul dalam konstruksi teori interaksionisme simbolik sebagai landasan untuk membangun perspektif yang lebih integratif dan transendental.