Kembali ke Katalog
BUDAYA ORGANISASI Klasik, Neoklasik, dan Sumber Daya Manusia
Tersedia

BUDAYA ORGANISASI Klasik, Neoklasik, dan Sumber Daya Manusia

Penulis: Khairudin
Penerbit: Nafal Publishing
Tahun: 2025
Halaman: 104
ISBN: 978-634-7025-63-0
Agama
0.0 (0 ulasan)
Harga Buku Fisik
Rp 55.000
Tersedia
1 dilihat
0 terjual
Ditambahkan: 1 week ago

Deskripsi

Budaya organisasi merupakan fondasi yang membentuk identitas sekaligus menentukan cara kerja suatu organisasi. Budaya organisasi mencakup nilai, norma, keyakinan, serta praktik yang menjadi pedoman bagi anggota organisasi dalam menjalankan tugas dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Seiring dengan perkembangan ilmu manajemen, konsep budaya organisasi mengalami evolusi yang signifikan, sejalan dengan perubahan cara pandang terhadap struktur organisasi, proses kerja, serta peran manusia dalam organisasi. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami perkembangan budaya organisasi melalui tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan klasik, neoklasik, dan sumber daya manusia. Ketiga pendekatan tersebut memberikan perspektif yang berbeda dalam melihat organisasi, terutama berkaitan dengan struktur, efisiensi, hubungan antarmanusia, serta pengelolaan sumber daya manusia. Dalam pendekatan klasik, organisasi dipandang sebagai suatu sistem mekanistik yang terstruktur dan memiliki pembagian kerja serta hierarki yang jelas. Pendekatan ini menekankan pentingnya efisiensi, produktivitas, standardisasi, dan pengendalian dalam mencapai tujuan organisasi. Pemikiran Frederick Taylor melalui konsep manajemen ilmiah dan Henri Fayol melalui prinsip-prinsip manajemen klasik menjadi landasan penting dalam perkembangan pendekatan ini. Meskipun memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan sistem dan praktik manajemen modern, pendekatan klasik memiliki keterbatasan karena cenderung menitikberatkan perhatian pada struktur formal, pembagian kerja, dan hierarki organisasi. Akibatnya, aspek manusiawi dalam organisasi, seperti kebutuhan sosial, motivasi, komunikasi, kepuasan kerja, dan kesejahteraan individu, belum memperoleh perhatian yang memadai.